RSS

SISTEM MUSCOLOSKELETAL

22 Jun

 

                         

SISTEM MUSCOLOSKELETAL


A. DEFINISI SISTEM MUSCOSKELETAL

 Merupakan penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawab terhadap pergerakan. Komponen utama system musculoskeletal adalah jaringan ikat. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi , otot, tendon, ligament, bursae dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan jaringan ini.

Susunan kerangka terdiri dari susunan berbagai macam tulang-tulang yang banyaknya kira-kira 206 buah tulang yang satu sama lainnya saling berhubungan yang terdiri dari tulang kepala yang berbentuk tengkorak (8 buah), tulang wajah (14 buah), tulang telinga dalam (6 buah), tulnag lidah (1 buah), tulang yang membentuk klerangka dada (26 buah), tilang anggota yang membentuk lengan anggota gerak atas (64 buah), tulang yang membentuk kaki anggota grak bawah (62 buah).

Bagian-bagian yang sering terdapat pada  tulang :

  1. Foramen, suatu lubang tempat pembuluh darah, saraf, dan ligamentum (misalnya pada tulang kepala belakang yang disebut foramen oksipital)
  2. Fosa, suatu lekukan didalam atau pada permukaan tulang (misalnya pada scapula yang disebut fosa supraskapula)
  3. Proseus, suatu tonjolan atau taju (misalnya terdapat pada ruas belakang yang disebut prosesus spinosus)
  4. Kondilus taju yang bentuknya bundar merupakan benjolan
  5. Tuberkulum : tonjolan kecil
  6. Tuberositas : tonjolan besar
  7. Trokanter : tonjolan besar, pada umumnya tonjolan ini pada tulang paha (femur)
  8. Krista pinggir atau tepi tulang (misalnya pada tulang ilium yang di sebut kirsta iliaka)
  9. Spina tonjolan tulang yang bentuknya agak runcing (misalnya pada tulang ilium yang disebut spina iliaka)
  10. Kaput (kepala tulang) bagian ujung yang bentuknya bundar (misalnya pada tulang paha yang disebut kaput femoris).

B. FUNGSI SISTEM MUSCOSKLETAL

  1. Memberi bentuk tubuh. Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
  2. Tempat melekatnya otot. Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  3. Pergerakan. Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  4. Sistem kekebalan tubuh. Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
  5. Perlindungan. Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
  • Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
  • Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
  • Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
  • Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
  • Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
  • Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
  • Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
  1.  Produksi sel darah. Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah.          Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah. Terutama di tulang pipih contoh : tulang dada / pada corpus sterni
  2. Penyimpanan. Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

C. BAGIAN-BAGIAN SISTEM MUSCOSKELETAL

Tulang rangka orang dewasa terdiri atas 206 tulang. Tulang adalah jaringan hidup yang akan suplai saraf dan darah. Tulang banyak mengandung bahan kristalin anorganik (terutama garam-garam kalsium) yang membuat tulang keras dan kaku, tetapi sepertiga dari bahan tersebut adalah jaringan fibrosa yang membuatnya kuat dan elastis.

Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

A.Bagian aksial terdiri dari:

1. Tulang tengkorak terdiri dari:

a. Tulang tempurung kepala (os cranium)

  • Tulang dahi (os frontale)
  • Tulang kepala belakang (os occipitale)
  • Tulang ubun-ubun (os parietale)
  • Tulang tapis (os ethmoidale)
  • Tulang baji (os sphenoidale)
  • Tulang pelipis (os temporale)

b. tulang muka (os splanchocranium)

  • Tulang hidung (os nasale)
  • Tulang langit-langit (os pallatum)
  • Tulang air mata (os lacrimale)
  • Tulang rahang atas (os maxilla)
  • Tulang rahang bawah (os mandibula)
  • Tulang pipi (os zygomaticum)
  • Tulang lidah (os hyoideum)
  • Tulang pisau luku (os vomer)

2. Tulang dada (os sternum). Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:

  • hulu (os manubrium sterni)
  • badan (os corpus sterni)
  • taju pedang (os xiphoid prosesus)

3. Tulang rusuk (os costae)

  • Tulang rusuk sejati (os costae vera)
  • Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
  • Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

4. Tulang belakang (os vertebrae)

Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian yakni bagian anterior yang terdiri dari badan tulang atau corpus vertebrae, dan bagian posterior yang terdiri dari arcus vertebrae. Arcus vertebrae dibentuk oleh dua “kaki” atau pediculus dan dua lamina, serta didukung oleh penonjolan atau procesus yakni procesus articularis, procesus transversus, dan procesus spinosus. Procesus tersebut membentuk lubang yang disebut foramen vertebrale. Ketika tulang punggung disusun, foramen ini akan membentuk saluran sebagai tempat sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Di antara dua tulang punggung dapat ditemui celah yang disebut foramen intervertebrale.

  • Tulang leher (os cervical)              C 1-7
  • Tulang punggung (os thoraxalis)  Th 1-12
  • Tulang pinggang (os lumbar)        L  1-5
  • Tulang kelangkang (os sacrum)     S  1-5
  • Tulang ekor (os cocigeus)            Co 1-5

5. Tulang gelang bahu

  • Tulang belikat (os scapula)
  • Tulang selangka (os clavicula)

6. Tulang gelang panggul

  • Tulang usus (os illium)
  • Tulang pinggul (os pelvis)
  • Tulang duduk (os ichium)
  • Tulang kemaluan (os pubis)

B.Bagian apendikuler terdiri dari:

1. Tulang lengan

  • Tulang lengan atas (os humerus)
  • Tulang hasta (os ulna)
  • Tulang pengumpil (os radius)
  • Tulang pergelangan tangan (os carpal)
  • Tulang telapak tangan (os metacarpal)
  • Tulang jari tangan (os phalanges manus)

2. Tulang tungkai

  • Tulang paha (os femur)
  • Tulang tempurung lutut (os patella)
  • Tulang kering (os tibia)
  • Tulang betis (os fibula)
  • Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
  • Tulang telapak kaki (os metatarsal)
  • Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

1)   Tulang

JENIS TULANG
Jenis tulang yang menyusun tubuh manusia secara umum dibedakan atas 4 kelompok yaitu:

  • Tulang panjang : terdapat pada t. lengan atas (humerus), t. radius / pengumpil, t. ulna / hasta, t. metakarpal / telapak tangan
  • Tulang pendek: terdapat pada tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Tulang pipih : terdapat pada tulang rusuk, t. dada, t. tengkorak, dan gelang bahu
  • Tulang tidak beraturan: terdapat pada beberapa tulang tengkorak, dan ruas-ruas tulang belakang.

a)   Tulang tengkorak

Tengkorak dibentuk oleh beberapa tulang picak yang bentuknya melengkung, satu sama lain berhubungan sangat erat sekali, terdiri atas dua bagian utama yaitu:

1.Tengkorak otak

Tengkorak otak terdiri dari tulang-tulang yang di hubungkan satu sama lain oleh tulang bergerigi yang disebut sutura,banyaknya delapan buah dan terdiri dari 3 bagian yaitu:

  • Kubah tengkorak, yang terdiri dari tulang-tulang:
    • Os frontal :tulang dahi terletakdi bagian depan kepala
    • Os padetal:tulang ubun-ubun terletak di tengah kepala
    • Os oksipital:tulang kepala belakang terletak dibelakang kepala os oksipital, terdapat sebuah lubang cocok sekali dengan lubang yang terdapat dalam ruas tulang belakang yang disebut foramen magnum.
  • Dasar tengkorak, terdiri dari tulang-tulang :
    • Os sfenolial (tulang baji)tulang ini terdapat ditengah dasar tengkorak,bentuknya seperti kupu-kupu yang mempunyai 3 pasang sayap.
    • Os etmoidal (tulang tapis ) terletak di sebelah depan dari os sfenoidal, diantara lekuk mata, terdiri dari tulang tipis yang tegak dan mendatar.
    • Samping tengkorak dibentuk oleh tulang pelipis(os temporal) dan sebagian dari tulang dahi, tulang ubun-ubun dan tulang baji.Tulang pelipis terdapat bagian kiri dan kanan samping kepala dan terbagi atas 3 bagian yaitu:
      • Bagian tulang karang (skuamosa), yang membentuk rongga-rongga yaitu rongga telinga dan rongga telinga dalam
      • Bagian tulang keras(os petrosum) yang menjorok ke bagian tulang pipi dan mempunyai taju yang di sebut prosesus stiloid.
      • Bagian mastoid, terdiri dari tulang yang mempunyai lubang-lubang halus berisi udara dan mempunyai taju, bentuknya seperti putting susu yang disebut prosesus mastoid.

2.Tengkorak wajah

Bagian ini pada manusia bentuknya lebih kecil daripada tenggorokan otak, didalamnya terdapat rongga-rongga yang membentuk rongga mulut (kavum oris), rongga hidung (kavum nasi) dan rongga mata (kavum orbita).

Dapat dibagi atas dua bagian yaitu:

1.Bagian hidung

  • Os lakrimal:tulang mata,terletak di sebelah kiri /kanan pangkal hidung di sudut mata
  • Os nasal:tulang hidung yang membentuk batang hidung sebelah atas
  • Os konka nasal : tulang karang hidung letaknya di dalam rongga hidung bentuknya berlipat-lipat
  • Septum nasi :sekat rongga hidung adalah sambungan tulang tapis yang tegak

2.Bagian rahang

  • Os maksilaris (tulang rahang atas), terdiri dari tulang bagian kiri dan kanan menjadi satu di dalamnya terdapat lubang-lubang besar yang berisi udara yang disebut sinus maksilaris (antrum higmori) ynag berhubungan
  • Dibawah os maksilaris terdapat suatu taju tampat melekatnya urat gigi yang disebut prosesus alveolaris
  • Os zigomatikum, tulang pipi , terdiri dari dua tulang kiri/kanan
  • Os palatum, tulang langit-langit, terdiri dari dua buah tulang kiri/kanan, di bagian tulang muka ini yang keras disebut paltum mole.
  • Os mandibula, tulang rahang bawah
  • Os hyoid tulang lidah letaknya agak terpisah dari tulang-tulang wajah yang lain yaitu di pangkal leher di antara otot-otot leher

b)   Tulang dada
Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan

Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:

  • tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua
  • Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
  • Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan

c)    Tulang rusuk

Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:

  • Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan
  • Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada
  • Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.

Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya

1). melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan.

2). melindungi lambung, limpa dan ginjal.

3). membantu pernapasan.

 

d)   Tulang gelang panggul

Tulang panggul atau tulang pelvis adalah penghubung antara badan dan anggota bawah yaitu sacrum dan koksigis yang bersendi satu dengan yang lainnya pada simfisis pubis.

Pelvis terbagi atas 2 bagian :

  1. Pelvis Mayor / rongga panggul besar
  2. Pelvis Minor / rongga panggul kecil

Di antara  kedua rongga tersebut dibatasi oleh garis tepi atau linea terminalis

Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggung. Pada anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu illium (bagian atas), tulang ischiun (bagian bawah) dan tulang pubis (di bagian tengah).
Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang menghubungkan kedua tulang pubis.
Fungsi gelang panggung terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin.

e)    Tulang gelang bahu

 Tulang gelang bahu disebut juga tulang pectoral bahu tersusun atas 4 buah tulang yaitu 2 tulang belikat (skapula) dan 2 tulang selangka ( klavikula).
Tulang selangka berbentuk seperti huruf “S”, berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat.
Tulang belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk.
Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi

f)     Tulang belakang

Tulang punggung atau vertebra adalah tulang tak beraturan yang membentuk punggung yang mudah digerakkan. terdapat 33 tulang punggung pada manusia, 5 di antaranya bergabung membentuk bagian sacral, dan 4 tulang membentuk tulang ekor (coccyx).
Tiga bagian di atasnya terdiri dari 24 tulang yang dibagi menjadi 7 tulang cervical (leher), 12 tulang thorax (thoraks atau dada) dan, 5 tulang lumbal. Banyaknya tulang belakang dapat saja terjadi ketidaknormalan. Bagian terjarang terjadi ketidaknormalan adalah bagian leher.

Struktur umum

Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian yakni bagian anterior yang terdiri dari badan tulang atau corpus vertebrae, dan bagian posterior yang terdiri dari arcus vertebrae. Arcus vertebrae dibentuk oleh dua “kaki” atau pediculus dan dua lamina, serta didukung oleh penonjolan atau procesus yakni procesus articularis, procesus transversus, dan procesus spinosus. Procesus tersebut membentuk lubang yang disebut foramen vertebrale. Ketika tulang punggung disusun, foramen ini akan membentuk saluran sebagai tempat sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Di antara dua tulang punggung dapat ditemui celah yang disebut foramen intervertebrale.

  1. Tulang punggung cervical

Secara umum memiliki bentuk tulang yang kecil dengan spina atau procesus spinosus (bagian seperti sayap pada belakang tulang) yang pendek, kecuali tulang ke-2 dan 7 yang procesus spinosusnya pendek. Diberi nomor sesuai dengan urutannya dari C1-C7 (C dari cervical), namun beberapa memiliki sebutan khusus seperti C1 atau atlas, C2 atau aksis.
Setiap mamalia memiliki 7 tulang punggung leher, seberapapun panjang lehernya

  1. Tulang punggung thorax

Procesus spinosusnya akan berhubungan dengan tulang rusuk. Beberapa gerakan memutar dapat terjadi. Bagian ini dikenal juga sebagai ‘tulang punggung dorsal’ dalam konteks manusia. Bagian ini diberi nomor T1 hingga T12.

  1. Tulang punggung lumbal

Bagian ini (L1-L5) merupakan bagian paling tegap konstruksinya dan menanggung beban terberat dari yang lainnya. Bagian ini memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi tubuh, dan beberapa gerakan rotasi dengan derajat yang kecil.

  1. Tulang punggung sacral

Terdapat 5 tulang di bagian ini (S1-S5). Tulang-tulang bergabung dan tidak memiliki celah atau diskus intervertebralis satu sama lainnya.

  1. Tulang punggung coccygeal

Terdapat 3 hingga 5 tulang (Co1-Co5) yang saling bergabung dan tanpa celah. Beberapa hewan memiliki tulang coccyx atau tulang ekor yang banyak, maka dari itu disebut tulang punggung kaudal (kaudal berarti ekor).

g)   Tulang anggota gerak atas (extremitas superior)

Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:

  1. Humerus / tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna
  2. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta. Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna.
  3. karpal / pergelangan tangan. tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen
  4. metakarpal / telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges)
  5. Palanges (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.

h)   Tulang anggota gerak atas (ekstremitas inferior)

Di kaitkan pada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul, terdiri dari 31 pasang tulang koksa (tulang pangkal paha ), femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), patella (tempurung lutut), tarsalia (tulang pangkal  kaki), metatarsalia (tulang telapak kaki), falang (ruas  jari kaki ).

Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang:

  1. OS KOKSA

Terdiri dari 3 buah tulang picak yang masing- masing banyaknya 2 buah,kiri dan kanan yang saling berhubungan sangat rapat sekali sehingga persendiannya tidak dapat di gerakkan sama sekali.

Tulang- tulang tersebut  terdiri dari :

a)      Os Ilium (Tulang Usus)

Banyaknya ada 2 buah,kiri dan kanan bentuknya lebar dan gepeng melengkung menghadap ke perut.. Bagian yang melekuk di sebut tibia iliaka bagian tepi di sebut Krista Iliaka dan bagian yang menonjol disebut  Spina Iliaka

Spina Iliaka ada 4 bagian yaitu spina iliaka anterior-superior,spina iliaka anjterior- inferior, spina iliaka posterior superior, spina iliaka posterior-inferior.Pada os ilium ini terdapat lubang mangkok sendi tempat kepala sendi tulang paha disebut ASETABULUM

b)      Os iski (Tulang Duduk )

Bentuknya setengah lingkaran menghadap ke atas, mempunyai tonjolan bertumpu pada tempat duduk yang di sebut TUBER ISKIADIKUM

c)      Os Pubis (tulang kemaluan)

Tulang bercabang 2 yang ssatu menuju ke samping atas dan satu lagi menuju ke samping bawah.Banyaknya 2 buah ke kiri dan kanan yang satu sama lain di hubungkan oleh tulang rawan yang di sebut  SIMFISIS PUBIS

Rongga panggul merupakan rongga yang di bentuk oleh sambungan antara tulang- tulang panggul. Rongga sebelah atas di sebut RONGGA PANGGUL BESAR dan sebelah bawah di sebut RONGGA PANGGUL KECIL. Pada rongga panggul besar terdapat  alat- alat  kandungan sedangkan pada rongga panggul kecil terdapat organ vesika urinaria.

  1. OS FEMUR

Merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar yang berhubungan dengan asetabulum membentuk kepala sendi yang di sebut  KAPUT FEMORIS.Di sebelah bawahnya terdapat taju yang di sebut Tronkanter Mayot dan Trokanter Minor.Di bagian ujungnya membentuk persendian lutut terdapat 2 buah tonjolan yang di sebut dengan Kondilus Medialis dan Kondilus Lateralis.Di antaranya terdapat tempat letaknya tempurung lutut (patella) yang di sebut Fosa Kondilus.

  • Os Tibialis dan Os Fibularis

Merupakan tulang pipa yang terbesar sesudah tulang paha yang membentuk persendian lutut dengan Os Femur.Pada bagian ujungnya tedapat tonjolan yang di sebut Os Maleolus Lateralis (mata kaki luar ). Sedangkan Os tibia bentuknya lebih kecil, pada bagian pangkal melekat pada Os Fibula, pada bagian ujung membentuk persendian dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju yang di sebut Os Maleolus Medialis.

  1. OS TARSALIA

Di sebut juga tulang pangkal kaki di hubungkan dengan tungkai bawah oleh sendi pergelangan kaki. Terdiri dari 5 buah tulang kecil :

-          Talus (tulang loncat )

-          Kalkaneus (tulang tumit)

-          Navikular (tulang bentuk kapal )

-          Os Kuboideum ( tulang bentuk dadu )

-          Kunaiformi (3 buah ) : Kunaiformi lateralis, kunaiformi intermedialis, dan kunaiformi medialis.

  1. METATARSALIA

Di sebut juga tulang telapak kaki terdiri dari tulang- tulang pendek yang banyaknya 5 buah, yang masing- masing berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantara persendian.

  1. FALANGUS

Falangus atau ruas jari kaki merupakan tulang pipa pendek yang masing- masing terdir atas 3 ruas kecuali ibu jari banyaknya 2 ruas. Pada metatarsalia bagian ibu jari terdapat 2 buah tulang kecil bentuknya bundar yang di sebut tulang bijian (os sesamoid ).

Lengkung kaki, pada kaki terdapat 4 lengkung medial terbentuk dari belakang ke depan kalkaneus.Lengkung lateralis yang di bentuk oleh kakaneus kuboidea dan 2 tulang metatarsal. Lengkung melintang di bentuk oleh tulang tarsal, dan lengkung  transversal anterior di bentuk oleh kepala tulang metatarsal pertama dan kelima.

2)   Otot

a.Definisi

merupakan suatu organ/alat yang memungkinkan tubuh dapat bergerak.Ini adalah suatu sifat penting bagi organisme.Gerak sel terjadi karena sitoplasma mengubah bentuk (lihat cara pergerakan amuba).Pada sel-sel, sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut myofibril.Kalau sel otot mendapatkan rangsangan maka myofibril akan memendek.Dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya ke arah tertentu (berkontraksi).

b.Otot dan kerja otot

Otot rangka merupakan setengah dari berat badan orang dewasa. Fungsi utamanya adalah untuk menggerakan tulang pada artikulasinya. Kerja ini dengan memendekkan (kontraksi) otot. Dengan memanjang (relaksasi) otot memungkinkan otot lain untuk berkontraksi dan menggerakan tulang.

Otot ada yang melekat langsung pada tulang, tetapi dimana bagian terbesarnya mempengaruhi fungsi (mis., pada tangan), tangan yang berhubungan langsung dengan tulang, atau dimana kerjanya perlu dikonsentrasikan, otot dilekatkan dengan tendon fibrosa. Tendon menyerupai korda, seperti tali, atau bahkan seperti lembaran (mis.,pada bagian depan abdomen). Tidak ada otot yang bekerja sendiri. Otot selalu bekerja sebagai bagian dari kelompok, dibawah control system saraf.

Fungsi otot dapat digambarkan dengan memperhatikan lengan atas. Otot bisep dari lengan atas dilekatkan oleh tendon ke skapula. Perlekatan ini biasanya tetap stasioner dan adalah asal (origo) dari otot. Ujung yang lain dari otot dilekatkan pada radius. Perlekatan ini untuk menggerakan otot dan diketahui sebagai insersio dari otot.

Bisep adalah otot fleksor; otot ini menekuk sendi, mengangkat lengan saat ia memendek. Otot ini juga cenderung memutar lengan untuk memposisikan telapak tengadah karena titik insersinya. Otot trisep pada punggung lengan atas adalah otot ekstensor; otot ini meluruskan sendi, mempunyai aksi yang berlawanan dengan otot bisep.

Selama fleksi sederhana (menekuk) siku :

a)      Bisep kontraksi ? ini adalah penggerak utama

b)      Trisep rileks secara refleks ? ini adalah antagonis

c)      Otot tertentu pada lengan berkontraksi untuk mencegah gerakan berguling

d)      Otot di sekitar bahu berkontaksi untuk memantapkan sendi bahu

c.Struktur otot rangka

Otot rangka tersusun atas sejumlah besar serat-serat otot. Sel-sel silindris tidak bercabang. Otot ini disokong oleh jaringan ikat dan mempunyai banyak suplai darah dan saraf. Setiap sel mempunyai banyak nuklei dan mempunyai penampilan lurik. Dindingnya atau sarkolema, mengandung myofibril yang dibungkus dengan rapat dalam sarkoplasma cair. Didalamnya juga ada banyak mitokondria. Warna merah dari otot berhubungan dengan mioglobin, suatu protein seperti hemoglobin dalam sarkoplasma.

Setiap miofibril mempunyai lurik (striasi) terang dan gelap secara bergantian, disebut pita I dan A secara berurutan. Striasi disebabkan oleh 2 tipe filamen, satu mengandung protein aktin, dan lainnya mengandung protein myosin.

Kontraksi otot adalah karena reaksi filament aktin dan miosin satu sama lain, seperti ketika mereka menyisip satu sama lain dan menarik ujung dari sel otot saling mendekat. Serat otot memendek sampai dengan sepertiga dari panjangnya saat kontraksi.

Serat-serat otot biasanya menjalar sejajar terhadap arah tarikan, baik tanpa tendon (otot kepeng) mis., otot interkostal, atau dengan tendon pada ujungnya (otot fusiformis) mis., otot bisep. Otot-otot ini mempunyai rentang gerak yang besar tetapi relative lemah.

Otot pennate lebih kuat daripada tipe otot di atas, tetapi mempunyai rentang gerak lebih pendek. Pada otot ini, serat-serat menjalar membentuk sudut terhadap arah tarikan dan menyisip ke dalam tendon sentral atau tendon pengimbang.

d.Histology  otot

Ada tiga jenis jaringan otot yang dapat dibedakan atas dasar strukturnya dan ciri fiologis yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

a. Otot polos (smooth muscle/involuntary muscle)

Otot polos mengandung sel berbentuk spindle dengan panjang 40-200 µm dengan inti terletak di tengah. Myofibril ini sukar diperlihatkan dan tidak mempunyai corak melintang. Serabut reticular transversa menghubungkan sel-sel otot yang berdekatan dan membentuk suatu ikatan sehingga membentuk unik fungsional. Otot polos tidak dibawah pengaruh kehendak.

b. Otot lurik (skeleton muscle/voluntary muscle)

Otot lurik mengandung sel-sel otot (serabut otot) dengan ukuran tebal 10-100 µm dan panjang 15 cm. Serabut otot lurik berasal dari myotom, inti terletak dipinggir, dibawah sarcolema.memanjang sesuai sumbu panjang serabut otot. Beberapa serabut otot bergabung membentuk berkas otot yang dibungkus jaringan ikat yang disebut endomycium. Bebefrapa endomycium disatukan jaringan ikat disebut perimycium. Beberapa perimycium dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut epimycium (fascia). Otot lurik dipersyafi oleh system cerebrosfinal dan dapata dikendalikan. Otot lurik terdapat pada otot skelet, lidah, diaphragm, bagian atas dinding oesophagus.

c. Otot Jantung

Terdiri dari serabut otot yang bercorak yang bersifat kontraksinya bersifat otonom. Tetapi dapat dipengaruhi system vagal. Serabutnya bercabang-cabang, saling berhubungan dengan serabut otot di dekatnya. Intinya berbentuk panjang dan terletajk di tengah. Sarkosom jauh lebih banyak dari pada otot rangka.

d.Persarafan otot rangka

Otot dipersarafi oleh 2 serat saraf pendek :

  1. Saraf sensorik yang membawa impuls dari otot, terutama dari reseptor regangan khusus, gelondong otot
  2. Saraf motorik yang membawa impuls ke otot untuk memicu kontraksi otot

Korpus sel dari sel-sel saraf motorik terdapat dalam kornu anterior substansia grisea dalam medula spinalis. Setiap sel saraf mempunyai serat utama atau akson yang bercabang untuk mempersarafi 50 sampai 200 serat otot. Semua korpus sel mempersarafi satu sel otot yang terletak berdekatan dalam medulla spinalis. Impuls saraf mencapai setiap serat otot kira-kira di bagian tegahnya, pada motor end plate. Datangnya impuls saraf ini menyebabkan simpanan asetilkolin dilepaskan dari motor end plate. Asetilkolin bekerja untuk memperkuat impuls saraf. Ini menyebabkan gelombang besar aktivitas listrik untuk menjalar sepanjang otot, menimbulkan perubahan yang menyebabkan otot berkontraksi. Kekuatan kontaksi tergantung pada jumlah serat-serat yang terstimulasi. Bila impuls berhenti maka otot rileks.

Bagian-bagian sistem otot rangka manusia

Otot rangka yang jumlahnya lebih dari 600 macam mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki yang berfungsi untuk menggerakan seluruh tubuh kita sbb:

  • Otot frontalis yang berfungsi untuk mengangkat alis mata, posisi nya terletak di sekitar alis
  • otot orbikularis okuli berfungsi untuk menutup kelopak mata, posisinya terletak di kelopak mata
  • Otot orbikularis oris berfungsi untuk mengkerutkan bibir
  • Otot sternokleidomastoid yang berfungsi untuk memiringkan kepala
  • Otot trapezius berfungsi untuk memperkuat bahu
  • Otot pektoralis major berfungsi untuk memutar lengan
  • Otot pektoralis minor berfungsi untuk menarik bahu kebawah
  • Otot triseps dan otot biseps berfungsi untuk menggerakan lengan
  • Otot serratus anterior yang berfungsi untuk menarik bahu kesekeliling
  • Otot interkosta berfungsi untuk mengangkat rusuk
  • Otot rektus abdominis berfungsi untuk mengempiskan dinding perut
  • Otot sartorius berfungsi untuk memilin paha dan membengkokan penggul dan lutut
  • Otot guadriseps femoris berfungsi untuk menekuk pinggul dan meluruskan lutut
  • Otot gastroknemius berfungsi untuk mengangkat tumit dan menekuk lutut
  • Otot tibialis anterior berfungsi untuk mengangkat kaki
  • Otot peroneus berfungsi untuk melengkungkan kaki
  • Otot latissimus dorsi berfungsi untuk memperkuat punggung
  • Otot gluteus maksimus berfungsi untuk meluruskan pinggul
  • Otot archiles tendon berfungsi untuk menggerakan telapak kaki

 

Jenis Dan Macam Gangguan Pada Otot Manusia

Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu :

1. Kelelahan Otot
Kelelahan otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.

2. Astrofi Otot
Astrofi otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.

3. Distrofi Otot
Distrofi otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.

4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff
Kaku leher adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.

5. Hipotrofit Otot
Hipotrofit otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.

6. Hernis Abdominal
Hernis abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.

 

3)   Sistem persendian

 a.    Definisi

Sendi adalah tempat di mana dua tulang atau lebih saling berhubungan, baik terjadi pergerakan atau tidak.

Alat gerak dibagi atas:

  1. Alat gerak pasif (gerakan yang dilakukan oleh kerangka tulang badan)
  2. Alat gerak pasif (gerakan yang dilakukan oleh otot-otot badan)

b.    Stabilitas sendi

Stabilitas sendi tergantung pada:

  1. Permukaan sendi, bentuk tulang memegang peranan penting pada stabilitas sendi
  2. Ligamentum, ligamentum fibrosa mencegah pergerakan sendi secara berlebihan, kalau regangan terus berlangsung lama, ligamentum fibrosa akan teregang. Sebaliknya, ligamentum elastis mengembalikan ke panjang asal setelah teregang, misalnya tulang pendengar memegang peranan aktif dalam menyokong sendi dan membantu mengembalikan tulang pada posisi asalnya setelah melakukan pergerakan.
  3. Tonus otot pada kebanyakan sendi tonus otot merupakan faktor utama yang mengatur stabilitas.

c.      Persarafan sendi

Kapsul dan ligamentum mendapat saraf sensoris, pembuluh darah mendapat serabut saraf ototnom simpatis rawan yang meliputi permukaan sendi mendapat sedikit ujung saraf dekat pinggirnya. Peregangan berlebihan pada kapsula dan ligamentum menimbulkan refleks kontraksi otot sekitar sendi. Peregangan yang berlebihan akan menimbulkan rasa nyeri serabut simpatis yang mengatur suplai darah pada sendi.

Menurut hukum Hilton, saraf yang mempersarafi sendi juga mempersarafi otot yang menggerakkan sendi dan kulit sekitar insersi otot tersebut. Jenis sendi dapat diklasifikasikan susunan dan permukaan sendi dan jenis pergerakan.

d.    Struktur sendi

  • Sendi pelana

Permukaan sendi ini hampir datar. Hal ini memungkinkan tulang saling bergeser satu sama lainya, misalnya sendi pelana art. Sternoklavikular dan art. Akromioklavikular, persendian yang terdapat pada bahu. Sendi pelana (sendi timbal balik) berbentuk pelana kuda, dapat melakukan gerakan (fleksi), ekstensi, abduksio, dan rotasi yan dapat memberikan banyak kebebasan untuk bergerak. Misalnya, ibu jari dapat berhadapan degan jari yang lain karpometakarpal ibu jari.

  • Sendi engsel

Sendi ini mirip engsel pintu sehingga memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi, suatu permukaan bundar diterima oleh yang lain sehingga gerakan hanya dalam satu bidang dan dua arah, misalnya sendi siku dan sendi lutut.

  • Sendi kondiloid

Permukaan sendi berbentuk konveks yang nyata dan bersendi dengan permukaan yang konkraf seperti sendi engsel tapi bergerak dengan dua bidang dan empat arah (fleksi, ekstensi, abduksi, dan adduksi) disertai sedikit gerakan rotasi, misalnya metakarpofalanggeal dan interfalangeal.

  • Sendi peluru (ball and socket)

Kepala sendi berbentuk bola pada salah satu tulang cocok dengan lekuk sendi yang berbentuk seperti soket, bongkol sendi tempat masuknya sendi. Pada mangkok sendi gerakan yang dapat diberikan keseluruh arah dengan pergerakan yang sangat bebas (fleksi, ekstensi, abduksi, rotasi, dan sirkumduksi), misalnya sensi bahu dan sendi panggul.

  • Sendi berporos (sendi putar)

Pada sendi ini terdapat pasak yang dikelilingi oleh cincin ligamentum bertulang. Hanya satu gerakan yang bisa dilakukan, yaitu rotasi misalnya atlas, berbentuk cincin berputar di atas prosesus odontoid dan gerakan radius di sekitar ulna pronasi dan supinasi, disebut juga sendi berporos atau sendi putar.

e.      Pembagian sendi

  • Sendi fibrus (sinartrosis)

Sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali, contohnya sebagai berikut.

  1. Sutura, persambungan tulang bergerigi, dimana tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yang tipis di antara tulang tengkorak.
  2. Skondilosis, suatu lempeng tulang yang terjepit dalam celah tulang yang lain, misalnya perhunungan antara os maksilaris dan kedua os palatum, os ethmoidal dengan os femur.
  3. Komposis, dimana tulang yang satu berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yang sesuai dengan bentuk dari tulang yang lain misalnya antara gig dengan alveoli, dari os maksilaris dan os mandibularis.
  4. Skhindrosis di mana jaringan dari sendi terdiri dari tulang rawan, misalnya antara epifise dengan diafise pada orang dewasa, antara kedua assa pubika.
  • Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah suatu sendi yang pergerakannya sedikit sekali sebab komponen sendi tidak cukup, permukaannya dilapisi oleh bahan yang memungkinkan pergerakan sendi sediukit, misalnya sendi antara manubrium sterni dengan sterni dan sendi antara tulang vertebrae.

  • Diartrosis (sendi sinovial)

Sendi dengan pergerakan bebas. Permukaan sendi diliputi oleh lapisan tipis rawan hialin yang dipisahkan oleh rongga sendi. Susunan ini memungkinkan sendi bergerak bebas, rongga sendi dibatasi oleh membran sinovial yang berjalan dari pinggir permukaan sendi ke permukaan sendi yang lain.

Membran sinovial di lindungi oleh membrane fibrosa yang kuat dinamakan kapsula sendi. Permukaan sendi di lumas oleh cairan kental (cairan sinovial). Bantalan lemak yang terletak pada beberapa sendi sinovial terletak antara membran sinovial dan kapsula fibrosa, misalnya pada sendi panggul dan sendi lutut. Derajat pergerakan sendi sinovial di batasi oleh bentuk tulang yang membentuk sendi dan struktur anatomi sekitarnya dan adanya ligamentum fibrosa yang menghubungkan tulang, kebanyakan ligamentum terletak di luar kapsula sendi dan pada lutut beberapa ligamentum yang penting terletak dalam kapsula.

f.      Persendiaan menurut tempat

  1. Art. Sternoklavikular. Hubungan antara gelang bahu dengan gelang badan, antara pras sternalis klavikula dengan manubrium sterni rawan iga ke-1, sebelah atas berhubungan dengan klavikula dan sebelah bawah dengan sternum.

Alat-alat khusus meliputi:

  • Kapsula artikuris: jaringan fibrosa di sekeliling nadi
  • Ligamentum sternoklavikular: menghubungkan antar ujung medialis klavikula dengan manubrium sterni
  • Ligamentum interklavikular: menghubungkan kedua ujung klavikula dengan ujung kranialis sternum.
  • Ligamentum kostaklavikular: menghubungkan tuberositas kostalis klavikula dengan rawan iga ke-1.
  • Diskus artikularis: terletak antara permukaan sendi sternalis klavikula, melekat pada tepi atas belakang permukaan sendi klavikula.
  1. Art. Akromioklavikular. Sendi ini merupakan hubungan antara ekstermitas akrominalis dan klavikula. Alat-alat khusus meliputi:
  • Kapsula artikularis: terletak di atas dan di bawah ligamentum akromioklavikuralis superior dan inferior.
  • Ligamentum akromioklavikuralis superior: menghubungkan bagian atas ektermitas akrominalis klavikulare dengan permukaan atas akromion.
  • Ligamentum akromioklavikuralis inferior: di bawah artikulasio akromioklavikuralis.
  • Ligamentum korakoklavikulare: menghubungkan antara prosesus korakokoideus dengan tuberositas korakoklavikula.
  • Ligamentum trapezoideum bagian anterior dan lateral.
  1. Art. Humeri merupakan sendi peluru karena kaput humeri merupakan sebuah bola yang melekat pada bagian dalam bidang skapula dengan kaput humeri.
  • Gerakan antefleksi dan retrofleksio gerakan berlangsung di sekeliling sumbu gerakan horizontal.
  • Gerakan abduksio dan adduksio. Gerakan berlangsung dalam bidang skapula di sekeliling sumbu gerak yang sagitalis dan tegak lurus pada bidang skapula.
  • Gerakan rotasi, sekeliling sumbu gerak yang memanjang pada sumbu humerus, ketiga sumbu gerak berpotongan tegak lurus di kaput humeri.

Sendi siku (artikulatio cubiti)

Sendi siku merupakan artikulasio komposita, pada sumbu ini bertemu humerus, ulna, dan radius, sedangkan menurut faalnya sendi itu merupakan suatu sendi engsel.

Sendi ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:

1)      Art. Humeroulnalis: sendi antara trokhlea humeri dan insisura semilunaris ulnae. Kedua permukaan sendi mempunyai bidang pertemuaan yang terlebar pada sikap lengan yang sedikit di ketulkan sehingga merupakan sikap terbaik bagi lengan untuk menerima tumpuan lengan.

2)      Art. Humeroradialis: sendi antara kapitulum humeri dengan fovea kapitulum radii.

3)      Art. Radio ulnalis proksimal: sendi antara sirkumferensia artikularis radii dan insisura radialis ulna.

Ketiga sendi ini mempunyai simpai sendi bersama, artikularis di depan dan di belakang pada pertengahan fleksio dan pada ekstensio maksilaris, simpai itu akan tegang di sebelah depan.

Alat-alat khususnya meliputi:

  1. Kapsula artikularis yang melekat pada epikondilus medialis permukaan depan, humerus di atas fossa koronoidea, dan fosa radialis di sebelah bawah melekat pada permukaan anterior prosesus koronoideus ulnae.
  2. Ligamentum kolateral ulnae. Ligamentum ini tebal dan merupakan 3 buah pita berbentuk segitiga. Ligamentum ini berhubungan dengan M. Trisep brakhii, fleksorkarpi ulnaris, nervus ulnaris merupakan origo dari M. Fleksor digitorum sublimis.
  3. Ligamentum kolateral radiale merupakan pita sederhana yang menghubungkan epikondilous lateralis humeri dengan ligamentum ulnare berhubungan dengan tendo M. Supinator.
  4. Art. Radioulnaris proksimal merupakan sendi antara sirkumferensial artikularis radii dengan insisura radialis ulna dan ligamentum ulnare.
  5. Art. Radioulnaris distalis merupakan sendi antara sirkumferensia artikularis kapituli ulna dengan insisura radii, rongga sendi berbentuk huruf L di bentuk oleh ulna dan radius permukaan sendi sangat luas sehingga terdapat kemungkinan yang luas untuk pergerakan spinalis dan pronasi.
  6. Sinartrosis. Kedua ulna dan radius di hubungkan oleh koroidea oblique dan membrane interrosa antebrakhii.

Sendi lengan bawah dan tangan

  1. Art. Radiokarpal merupakan sendi elipsoid hubungan antara ujung distal radialis yang merupakan lekuk sendi dan os navikulare, lunatum, dan triquitrum merupakan kepala sendi yang terletak di sebelah distal.
  2. Art. Interkarpal terdiri dari 3 kelompok,yaitu:
    1. a.      Artikulasiones of the proximal row of the carpal bone merupakan sendi antara ossa navikulare, lunatum, dan triquetrum.
    2. b.      Artikulasiones of the distal row of carpal bone merupakan sendi yang berbeda di antara tulang-tulang karpalia deretan distalis yang berdekatan.
    3. c.       Artikulasiones of the two of the carpal bones with each other, sendi antara ossa navikulare, lunatum, dan triquetrum dengan ossa karpalia deretan distalis yang disebut midkarpal joint.
    4. Art. Carpometacarpae:
      1. Art. Carpometacarpae I (pollicis), hubungan antara os metakarpal I dengan os multangulum mayus, merupakan sendi pelana simpai sendi yang sangat longar sehingga pergerakannya lebih luas.
      2. Articulasiones carpometacarpae II-V merupakan sendi antara ossa carpalia dengan ossa matakarpalia II-V.
      3. Art. Intermetacarpae merupakan basis ossis metacarpalia II-V bersendi satu sama lainnya dengan satu permukaan sendi yang kecil.
      4. Art. Metakarpokphalangeal merupakan sendi antara kapitulum ossis metakarpalia dan kepala sendi dengan basis ossis phalanx I merupakan lekuk sendi.
      5. Art. Digitorum manus, sendi antara phalanx I, II, dan III yang merupakan sendi-sendi engsel yang di perkuat oleh (lig. Vaginale, lig. Kallateral, dan lig. Posterior).

 

Persendian gelang panggul

  1. Articulatio sakroilliaka merupakan persendian antara os sakrum dan os ileum melalui fascies artikularis ossis illii dan fasies artikularis ossis sacrum. Sendi ini merupakan hubungan antar gelang panggul dan rangka badan yang identik dengan artikulatio sternoklavikularis. Artikulasio ini mempunyai gerakan yang kecil karena banyak cekungan, cembungan, dan persendian tidak rata, disamping itu, banyak ligamentum pada sendi.
  2. Articulatio simfisis pubis merupakan hubungan antara kedua os pubis, di dalamnya ada sustu kavum yang di sebut pseudokrusis berupa kartilago yang dinamakan fibro kartilago interpubis.
  3. Artikulatio koxae merupakan enartrhrosis spheroidea, diperkuat oleh ligamnetum illeo femorale sehingga kaput femoris bisa keluar dari lekuknya dan berada di bawah os illeum.

Persendian tungkai atas dan lutut

Articulatio genu menghubungkan permukaan ujung tulang distal os femur dengan permukaan ujung proksimal tibia, yaitu antar condilus  medialis dan interalis ossis femur dengan fescies articularis superior ossis tibia, di depan sendi ini terdapat patela.

Persendian tungkai bawah

Persendian antara tibia dan fibula.

  1. Artikulatio tibia-fibula proksimal. Sendi yang terdapat antara fescies artikularis kapitulum fibula ossis pada kondilus dengan fescies articularis fibularis ossis pada kondilus tibia, ikat sendi ligamentum tibio fibularis proximal.
  2. Sindesmosis tibio fibularis. Persendian antara fescies artikularis tibialis ossis fibulae dengan insisura fibularis ossis tibialis, ikat sendi terdiri dari:
    1. Ligamentum tibio fibularis inferior-anferior.
    2. Ligamentum tibio fibularis inferior posterior.
    3. Ligamentum tibia fibularis transversa.
    4. Hubungan antara krista interosea fibula dan krista interosea tibia, terbentang melalui membrane interosea krusis yang terbentang dari proksimalis di bawah culum fibulae ke distal sampai batas ⅓ distal os tibia dan os fibula, arah serabut membrane unterosa crusis dari medial atas os tibia ke lateral bawah menuju os fibula.

Persendian kaki

  1. Art. Talo tibia fibularis (pergelangan kaki) antara fescies articularis tali os tibia dan os fibula dengan trokchlea tali bagian medial dan lateral, bentuk sendi engsel gerakan sendi ini dapat di lakukan dorsal flexio dan plantar flexio (extentio).
  2. Art. Talo tarsalia (sendi loncat), pada gerakan meloncat ada dua bagian, yaitu:
    1. Art. Talo kalkanea (sendi loncat atas) antara fascies articularis calcanei posterior assis talus dengan fascies articularis tali posterior ossis calcaneus.
    2. Art. Talo calcaneo navicularis (sendi loncat bagian bawah) antara fasies artikularis navikukare kalkanei media nateriror dan fasies artikularis navikulare ossis talus dengan fascies tali media anterior ossis kalkaneus dan fasies artikularis tali ossis navikulare pedis.

Gerakan sendi dapat di lakukan dengan 2 cara, yaitu:

  • Gerakan plantar flesi dan adduktio.
  • Gerakan dorsal fleksi di sertai adduksi.
  1. Art. Tarso tranversal merupakan linea amputasiones choparti, ada dua bagian, yaitu:
    1. Art. Talo navikularis pedis di antara kapitulum tali dengan facies artikularis tali os navikularis pedis.
    2. Art. Kalkanea kuboidea antara artikularis kuboidea dari os kolumnae dengan fascies artikularis kalkane dari os kuboideo. Gerakan rotasi sumbu bergerak searah dengan panajng kaki.
    3. Art. Tarso metatarsea antara permukaan distal ossa kunaiformi I, II, dan III dengan permukaan proksimal ossa metatarsalia I, II, dan III. Permukaan sendi distal os kuboideum dengan permukaan proksima ossa metatarsalia IV dan V.
    4. Antara permukaan distal ossa matatarsalia dengan permukaan proximal. Ossa falangeal I, digiti I, II, III, IV, dan V.
    5. Art. Iterfalangeal antara ruas jari I, II, dan III masing-masing jari (digiti) I, II,III, IV, V, gerakan flexio dan extensio bentuki sendi engsel.

Sendi kolumna veterbralis

Kecuali veterbrae servikalis I, semua vertebrae lainnya saling beratikulasi dengan perantara artikulasio kartilaginea dan artikulatio sinovial antara prosesus artikularis.

  1. Sendi antara korpus vertebrae
  2. Sendi di antara arkus vertebrae
  3. Artikulatio  atlanto oksipitalis
  4. Artikulatio atlanto aksilaris

4)   Tendon

Tendon merupakan berkas (bundel) serat kolagen yang melekatkan otot ke tulang. Tendon menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang. serat kolagen dianggap sebagai jaringan ikat dan dihasilkan oleh sel-sel fibroblas.

5)   Ligament

Ligament adalah taut fibrosa kuat yang menghubungkan tulang ke tulang, biasanya di sendi. Ligament memungkinkan dan membatasi gerakan sendi.

6)   Bursae

Adalah  kantong kecil dari jaringan ikat. Dibatasi oleh membran sinovial dan mengandung cairan sinovial. Bursae merupakan bantalan diantara bagian-bagian yang bergerak seperti pada olekranon bursae terletak antara prosesus olekranon dan kulit.

Referensi

Syaifuddin,Drs.H.(2006).anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan.edisi 3.EGC,Jakarta.

Syaifuddin.Drs.H.(2002).struktur dan komponen tubuh manusia.widya medika,Jakarta.

http://hmkuliah.wordpress.com/2010/09/22/sistem-muskuloskeletal/

http://hmkuliah.wordpress.com/2010/12/03/sistem-saraf/http://hmkuliah.wordpress.com/2010/12/03/sistem-saraf/http://arispurnomo.com/anatomi-fisiologi-sistem-muskuloskeletal

http://berita-iptek.blogspot.com/2008/11/otot-manusia.html

http://isharmanto.blogspot.com/2009/12/tulang-penyusun-dada.html

http://isharmanto.blogspot.com/2009/12/tulang-tulang-apendikular.html

http://zenithalintang.blogspot.com/2008/11/tulang-punggung.html

http://arispurnomo.com/anatomi-fisiologi-sistem-muskuloskeletal

http://organisasi.org/jenis-dan-macam-gangguan-pada-otot-manusia-orang-pendidikan-kesehatan-masyarakat-online

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Juni 22, 2011 in artikel

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: